Sunday, November 25, 2018

Take Care of Yourself, First and Foremost.

Finally close this weekend with trying that famous Kopi Belitong di Kong Djie. Uancurrr enaknya, langsung rusak taste dari Tuku, Animo, Kopi Kenangan, dll. Walau ga se-creamy kopi-kopi hits itu, kopi Belitong ini rasanya sederhana banget, agak encer, nggak asem dan ngga terlalu manis juga. Ai laik! Cuma tempatnya (gue nyoba yang di daerah puri mutiara) nyampur sama tempat nongkrong moge gitu, jadi berasa agak sangar sih pulang dari sana wkwk. Dan akhirnya gue sampe jam segini masih seger buat nulis, jadi hayuk nulis!

Tumben-tumbenan gue bikin post ini dengan nentuin judulnya duluan. Biasanya nulis dulu sampe kelar, baru mikirin judulnya. Tapi sekarang kebalikan, karena ga sabar pengen bahas ini. Have you ever been so in love with somebody that completely drives you crazy? How bout make that 'somebody' is yourself? When the last time you really think about you, yourself, your happiness without relating it to someone else? Belum, atau sudah? I just happen to realize this: before you want someone to love, love yourself first. So, if anyone leave you someday, you will still have somebody that love and never leave you no matter what happens, and that person is yourself.

Kalau selama ini selalu nanya ke orang lain, "udah makan apa hari ini?" "makan jam berapa?" "jangan ujan-ujan nanti sakit" "jangan begadang nanti bangunnya telat" "istirahat dulu kalo cape, lanjutin nanti lagi" "apa-apa jangan di forsir, nanti stres" "kamu lagi kenapa?" "ada masalah apa? cerita dong" dll dll, udah pernah nanya ke diri sendiri belom? Ngomong kaya gini ke diri sendiri ngga brarti lo gila ya, ngomong sendiri jawab sendiri haha. Tapi lo udah perhatian belom ke diri lo sendiri? Selama ini kita terlalu sibuk merhatiin orang lain, orang yang kita sayang, orang tua, keluarga, sampai-sampai kita lupa terus yang merhatiin diri kita siapa?

Iya kalo ada orang yang perhatian balik ke elo, kalo kaga? Orang tua pun bakal merhatiin kita cui, tapi ketika lo udah dewasa they would think you can handle everything at your own, plus they have their own business for now. Man, jangan pernah bergantung sama orang lain, sama siapapun. Dari sekedar berharap orang bakal perhatian sama kita, dan apalagi berharap kebahagiaan dari orang lain. Jangan terlalu sibuk mikirin buat bahagiain orang lain karena belum tentu orang bakal mikirin tentang kebahagiaan kita. "Gue gamau berbuat gini atau gitu, nanti orang yang gue sayang bakal sakit hati" atau "gue mau ngelakuin hal kaya gini supaya gue orang yang gue sayang seneng". Starting from now on, ganti 'orang yang gue sayang' dengan 'diri gue sendiri'. Karena in the end, ketika lo berhasil atau gagal, ketika lo susah atau seneng, all that you got is yourself. Lo ngga akan nyalahin siapa-siapa ketika lo sedih, instead lo akan bilang ke diri lo sendiri "It's okay, at least you tried".

Dari sekian banyak hari dalam setahun, hari-hari terberat adalah ketika lo kecewa karena orang lain, ketika lo ngga mendapatkan apa yang lo harapkan dari orang lain. Jangan pernah merasa hampa lagi, karena kita sendiri pun penuh dengan isi, ngga butuh orang lain untuk mengisi kekosongan diri sendiri. Serius deh.

No comments:

Post a Comment