Sunday, June 15, 2014

We all knew that this world's crazy

Gue gangerti ya kenapa rasa aqua gelas sama aqua galon yang di dispenser itu beda. Padahal merknya sama.

Ya seperti biasa itu bagian gapenting dari blog ini. Malem ini, taimlain twitter lagi heboh ngomongin debat capres. Ya gitu, biasa deh. Ada yang komen soktau, ada yang nyinyir, ada yang berdoa sok netral, ada yang nyantumin ayat dari kitab suci, ada juga yang salkus malah bahas tutorial bahasa isyarat yang ada di pojok kiri bawah. Komen gue cuma satu pas buka twitter tadi: tailah.

Kalo mau suaranya pada di denger, mending orasi depan studionya. Kalo di twitter paling cuma pak tifatul sembiring yang baca. Terus daripada gue ikut-ikutan komen, mending gue nulis blog.

Ada satu kalimat yang pernah gue baca, bunyinya gini "We move from app to app, closing, opening, constantly multitasking between apps on our devices. Why not just leave that social stream going?"

Yang bikin tambah miris, statement tersebut berasal dari salah satu perusahaan gadget internasional. Bayangin, bakal jadi lebih gila kaya apa lagi dunia ini kalo semua aktivitas sosial berpusat di sosial media. Social media, has went too far today.



No comments:

Post a Comment