Sunday, June 29, 2014

Which position are you?

Tidak ada di dunia ini yang namanya putus baik-baik. Atau putus atas dasar kesepakatan bersama. Dilihat secara empiris, pasti ada salah satu yang merasa tidak baik-baik dan tidak sepakat. Jadinya yang ada ialah salah satu dari mereka yang berpura-pura bahwa ini baik-baik saja, atau salah satu dari mereka menyetujui kesepakatan yang dibuat oleh yang satunya lagi. Kalau memang pada akhirnya kamu menjadi yang membuat kesepakatan, atau yang memang merasa baik-baik saja brarti secara tidak disadari pilihan kamu itu mengintimidasi salah satu dari kalian. Gue ngga bilang bahwa pilihan kalian salah, ngga sama sekali. Satu hal yang gue percaya di dunia ini adalah, tiap manusia sudah memiliki posisi masing-masing dalam menjalani kehidupan. Itu bukan semata-mata takdir, tapi pilihan lo untuk menjadi apa dan bersikap bagaimana terhadap orang lain. Iya, semua manusia di dunia ini punya posisinya masing-masing.


Ada yang kebagian buat jadi sukses dan kaya.
Ada yang jadi miskin, melarat, menderita.
Ada yang bertugas untuk menjadi terkenal.
Ada yang pintar.
Cantik.
Sombong.
Punya banyak teman.
Pendiam.
Bodo amatan.
Bahkan ada yang kebagian menjadi si penguasa.
Ada juga yang jadi kaum inferior.
Si jago masak.
Si jago main musik.
Jago olahraga.
Si dermawan dan murah hati.
Ada yang ga peka sama sekali.
Tapi ada juga yang biasa-biasa aja.


Terakhir, mengutip dari kata-kata dari buku Apologia (Pidato Pembelaan Socrates yang Diabadikan Plato): Manusia adalah umat yang bekerja keras untuk mendapat jalan meredakan dunianya yang serba tegang dan penuh ancaman. Di sini paradoksnya: Manusia berperang demi kedamaian dunianya. 



Dengan atau tanpa mengabaikan dunia milik orang lain.

No comments:

Post a Comment