Saturday, November 11, 2017

(Up&Down) - grade

Apesik.
Judul post kali ini mengapa ala-ala banget.
Biar dibilang apasih?


Ok, kita akan tau filosofi dari judul post ini seiring dengan berjalannya cerita ya. 
Jadi. gue selama ini telah hidup lurus-lurus aja, malah lebih cenderung ke arah yang flat. Gue punya prinsip agar tidak terlalu 'reaktif' terhadap apa-apa yang terjadi di hidup gue selama ini. Mau itu hal-hal yang menyenangkan, menyedihkan atau menyebalkan sekalipun. Tapi ternyata gue baru menyadari satu hal (yang selama ini nggak gue sadari lol), bahwa gue selalu ingin menjadi seseorang yang upgrade dari yang sebelumnya.

'Sebelumnya' disini yang gue maksud bukan 'diri gue yang sebelumnya'. Tapi lebih mengacu ke orang lain yang sebelumnya menempati posisi gue yang sekarang ini. Bukan dalam hal posisi pekerjaan aja ya, tapi dalam hal pertemanan dan percintaan pun gue punya ambisi untuk selalu 'upgrade'
Inti dari upgrade disini adalah gue selalu ingin jadi orang yang lebih diingat dan susah dilupakan ketika gue menempati suatu posisi (like i said before, either way as an employee, friends or even lovers). But most of the time, it's always happen like that. Because i know i'm really good at treating people. I could feel what others feel as deeply as themselves, and i'm a really a good companion especially in their hard times. That's how people usually remember me, because i'm there for them. Not only a good friends in a good time. Without realizing it, i tend to help others in little things and carefully listen to them whenever they're in a bad mood without interrupt them with my 101 judicious advice. I just give them my ears and completely sit there beside them. That's what i like the most, and all i can do as a friends.

As an employee, gue selalu berusaha supaya orang-orang kantor ga punya pikiran 'ah mendingan yang dulu nih daripada yang sekarang', which means gue gamau orang-orang men-cap gue sebagai downgrade dari karyawan yang posisinya gue gantiin. Maka dari itu, gue usaha banget buat selalu jawab 'bisa' kalo ditanya apa-apa. Prinsip gue: pura-pura ngerti aja dulu, ntar juga ngerti beneran as long as there is Google. Hahaha. Nggak si,  nggak semua bisa di googling, kan, tapi at least basic nya bisa kita tau dari sana. How to do it nya baru harus hands on sendiri, dan setelah prinsip learning by doing itu kita terapkan, baru kita bisa bener-bener tau medan perang kita di tempat kerja. Hanya karna gue menghindari cap 'downgrade' itulah gue selalu termotivasi untuk menambah ilmu gue, dan alhamdulilahnya sih, gue nggak pernah di cap kaya gitu di kantor. Contoh aja waktu gue dateng ke nikahan salah satu temen kantor lama gue, mantan tim gue pada ngomong "Balik ajalah lagi ke kantor, yang sekarang bloon". Walopun jahat sih, tapi gue seneng aja gitu brarti gue masih menang dan gue seneng mereka masih nganggep gue lebih baik dari yang sekarang. Sebenernya ini buat self-motivated ajasih, bukan buat ngejatohin orang lain. Gimana caranya untuk work smarter, not harder. Dan satu lagi prinsip gue di tempat kerja: jangan terlalu fokus sama naik gaji, promosi atau naik jabatan. Boleh aja punya career goals, tapi coba juga untuk fokus gimana caranya lo selalu dapet ilmu baru yang lo gak tau sebelumnya. Belajar untuk nambah ilmu baru, dan enjoy selama mempelajarinya, Jadi ketika lo memutuskan untuk resign, at least skill lo nambah satu.

And as a lovers, i'm gonna proudly said that i'm a best lovers a man can have. Well i'm not gonna brag about it in here, because my hard-to-move-on exes would not handle it my sassy ass but yeah, i'm not lying or exaggerating anything. I'm really good at comforting people i can tell, especially when it comes to a boyfriend. They will feel as comfortable as they welcomed at home. I'm a girl that they can talk about universe with, and i'm only loyal to one man in a relationship. Never in my history of relationship that i ever cheated my boyfriend. Never. But when i get uncomfortable or didn't get what i want (which is not a luxury or something they can't provide literally just a simple things) i prefer to cut the relationship down than have to cheat on. It's kinda selfish (not kinda, but really selfish) but i won't give up my happiness only for a 'boyfriends'. They're just boyfriends after all, they didn't propose me yet or something, so nope, better we find another path for our happiness. What makes me an upgrade from their exes is, i don't know actually. They're the ones who feel it, not me. I don't care if you're telling me cocky or what, but i really know that i'm much better than their exes. I know i really am, maybe not physically, but deeper than just what's on the face.


Try to leave it here.

No comments:

Post a Comment