Kalo mereka bisa dicintai dan
dipuja-puja banyak kaum adam
karena mereka jago nyanyi,
jago main alat musik,
jago masak,
suka futsal,
suka naik gunung,
jago olahraga,
selain karena paras mereka yang cantik.
Tiada daya upaya yang bisa dilakuin orang-orang kaya gue dan jutaan perempuan lainnya (kalo ada).
Nyanyi? Nafas gue aja fals.
Olahraga? Keadaan fisik (dan niat) tidak pernah mendukung.
Alat musik? Otak gue ga nyampe untuk mengerti not dan ritme.
Masak? Bikin telor aja rasanya gaenak.
Jadi model? Tampang pas-pasan, badan semampai (semeter tak sampai).
Gue selalu bertanya "apa disini cuma gue yang ga punya kebisaan apa-apa?"
How could living creature be so suck at living? How could it possibly be?
Untuk itu, maka temukanlah (gue prefer pake kata temukan daripada carilah) seseorang yang mencintaimu dengan segala ke-tidak-mampu-an mu. Bukan hanya menicintaimu apa adanya, tapi bahkan pada saat kamu tidak punya apa-apa sama sekali. Saat kamu hanya menjadi kamu.
Kamu yang biasa-biasa saja.
Yang tidak punya kehebatan apa-apa untuk ditunjukkan.
Yang tidak bisa mengesankan di depan banyak orang.
Maka, temukanlah dia. Dia yang juga kamu cintai karena dia hanya menjadi dia.
No comments:
Post a Comment