Saturday, December 27, 2014

"Hanya yang pernah bercita-cita tapi kemudian khilaf, hanya yang pernah bergelora tapi kemudian redup, tahu betapa benarnya waktu. Dalam kesedihan dan kearifannya, waktu adalah teman yang baik. Ia membikin sederet nama jadi sejarah. Ia membikin serangkai gelombang menjadi mandek. Ia membikin arus deras menjadi reda.

Tapi jangan terlampau marah kepada kesalahan. Kesalahan mungkin hanya satu tahap dalam mencari kebenaran. Bukankah anak kecil pun baru bisa berjalan setelah ia pernah jatuh?

Boleh saja kau mengutuk semua kenangan sebagai kesalahan. Tapi hendaknya kau jangan sampai lupa bahwa kita memang harus terus mencari bagaimana sebaiknya menjadi benar."

- Lelaki Naga, Ndoro Kangkung.

No comments:

Post a Comment