Gue harusnya mengerjakan makalah tentang teori nasionalisme but I don't know why I'm end up here.
Namanya juga manusia, cuma bisa berencana. Koneksi internet yang menentukan.
Hari ini gue bercakap-cakap dengan salah seorang sahabat gue (bukan sahabat nabi), kita samarkan namanya jadi Si Bor. Ngga, nama panjangnya bukan borok, itu panggilan aja biar hip kaya anak jaman sekarang. Disela-sela kegabutan gue berniat menanyakan sesuatu yang filosofis sama dia;
Gue : "Bor, lo pernah ga sih ngebayangin kalo semua manusia di dunia ini jadi anai-anai?"
Bor : (dengan tampang-maksud-lo-apaansih-sa) "Hah, anai-anai?"
Gue : "Lo tau anai-anai ga sih?"
Bor : "........Lumut?"
Gue diem. Kenapa jadi lumut? Sebelum muka gue tambah bingung, dia memastikan lagi.
Bor : "Iya kan.....anai-anai lumut?"
Gue (masih) diem. Dia diem. Hening sejenak. Waktu berhenti berputar. Dunia tidak lagi bersinkronisasi.
Sedetik kemudian kami tersadar dan berbarengan bilang "ANDE-ANDE LUMUT ANJIR!"
Bor : " Eh tapi emang anai-anai itu apasih sa?"
Gue : "Ih anai-anai itu kaya partikel debu gitu!"
Bor : "Hah?! Bukan! Itu mah butiran debu!!"
Ternyata gue juga ngga tau anai-anai itu apa sodara-sodara.Terus akhirnya sekarang pertanyaan apa itu anai-anai left unanswered. Sampai pada akhirnya, gue disini, seharusnya mencari teori nasionalisme menurut entah siapapun itu tapi malah googling dengan keyword paling absurd 'Apa itu anai-anai'.
Bye pertanyaan filosofis.
Bye teori nasionalisme.
Fyi, kalo yang mau tau anai-anai itu apa, here it is
Nah, yang ini namanya ande-ande lumut ya adik-adik
Ini onde-onde
Kalo ini onde mande rancak bana
p.s; ter-gapenting 2013




anjir lu soy
ReplyDelete