Liburan yang datar, tapi detak jantung pun tak bisa sabar. Sungguh diri ini tak bisa menahan rasa puas, kau buatku lemas....................oh nilai-nilai uas.
Maaf bloggers jika post kali ini dibuka dengan sajak yang menjatuhkan mood sekali. Nilai-nilai yang belom keluar itulah yang menginspirasi gue membuat sebaris kalimat pendek yang tidak berbobot tapi begitu membebankan. Azig. Double azig.
Sendirian dirumah dalam rangka membunuh waktu libur gue habiskan dengan menikmati teknologi canggih masa kini yang bernama televisi. Di depan tipi sambil tiduran di sofa dan mengikuti dengan tekun episode demi episode hampir semua serial tv di Star World. Bukan manusia namanya kalo gak pernah bosen, gue pun mulai memindah-mindahkan chanel ke saluran lokal. Pencarian gue berhenti di salah satu chanel infotainment, disitu ada 2 host yang lagi membawakan acara dengan gaya rumpi maksimal, lalu saat itu si host cowok mulai membuka pembicaraan dengan host cewek;
Host cowok: "Ngomong-ngomong apa kabarnya ya sama diva dangdut In*l Daramerpatitekukurkakatua?"
Host cewek: "Nah, ini dia pemirsa ternyata dia ini sedang merilis single terbarunya yang berjudul 'Buaya Buntung'. Hm, kalo aku sih taunya buaya darat ya..(sambil gaya genit)"
Host cowok: "Nah kalo buaya buntung itu temennya buaya darat! Hahaha.."
Host cewek: "Hahahahahahhahahahahaha....(ketawa sampe guling)"
Gue: *cengok*
Gue diem. Mikir. Ini gue yang emang gak punya selera humor yang baik atau emang gue yang gak punya selera humor yang baik? Entahlah.
Kebanyakan nonton tipi makin membuat gue semakin sinis. Setiap ada iklan, semua kalimat gue komentarin dan gue plesetin. Untung gak ada orang lain, kalo ada bisa-bisa gue diusir dari rumah gue sendiri dan disuruh nonton di keluarahan. Gue mulai berpikir kalo gue mungkin cocok jadi komentator. Setelah gue pikir ulang, komentar gue gak ada yang membangun. Akhirnya gue membatalkan keputusan tersebut.
Dulu, gue pernah terlibat perbincangan dengan dua orang temen gue mengenai 'pekerjaan apa yang akan kita dapet setelah lulus nanti'. Dan dia bilang gini "Paling nyesek kalo seandainya gue yang udah sekolah masak sampe 3tahun tapi ntar tiba-tiba si Yahyo yang jadi chef, padahal dia kuliahnya di logistik, dan gue jadi pengangguran".
Setelah dipikir, dicerna, diproses dan dimasak, gue berpikir omongan temen gue itu ada benernya. Gue pun sampai sekarang masih berpikir akan jadi apakah gue nanti? Kuliah di universitas atau jurusan terfavorit sama sekali gak menentukan. Toh, semua tergantung dari niat dan tujuan masing-masing personal.
Gue sempet kepikiran untuk menjadi seorang filsuf. Gue berpikir keras untuk mengemukakan teori apa yang akan gue buktikan pada zaman modern seperti ini. Apakah teori 'menonton televisi dengan pemikiran serta kritikan yang radikal tidak baik untuk kesehatan otak' atau 'cara menaburkan keju diatas kuetiauw Anda, tanpa melupakan nilai estetika yang mulai luntur'. Tapi, sekali lagi disetiap pemikiran yang baik selalu ada 'tapi'. Gue gak mau bernasib tragis seperti para filsuf-filsuf terdahulu. Gue gak mau mati dikebiri atau dikulitin, atau bahkan ditarik dengan kuda ke arah yang berlawanan cuma karna teori yang akan gue sebarluaskan di publik. Gue mau mati dengan tenang. Filsuf pun gue coret dari daftar CV yang akan gue buat.
Berbagai macam pekerjaan yang gue incer dari mulai wanita karir, news anchor, chef, guru tk sampe pengen jadi barisan tentara wanita Rusia. Tapi sebenernya, deeply in my heart, gue pengen jadi seorang penulis. Entah penulis apa, tapi yang jelas gue pengen orang membaca tulisan gue. Haha. Ga terlalu muluk-muluk, bukan?
Gue selalu kesusahan memilih kata penutup yang azig untuk menutup akhir dari post gue. Jiplak Dorce aja kali ya, gue tutup dengan kata-kata mutiara "Orang-orang yang telah sukses pada awalnya adalah para pemimpi-Unknown".
Labels; sehabis dikuliti, bisa dibuat kerupuk kulit gak yah?
jadi, sebelum berpikir, kamu pikirin dulu bener-bener apakah kamu mau berpikir dan mikirin dan atau tidak selama kamu berpikir.
ReplyDeleteKeinginan sesaat kan kadang gak butuh pemikiran yang matang, toh? Haha
ReplyDeleteToh, semua tergantung dari niat dan tujuan masing-masing personal.
ReplyDelete:)