The awkward moment is when you do the housework while listening to 'The Lazy Song-Bruno Mars'. Pengennya sih yang kaya di lagu "i just wanna lay in my bed" tapi setrikaan numpuk, cucian piring minta dimandiin dan baju kotor udah ngantri minta dicuci. What a conspicuous inner war.
Tersuram adalah saat libur lebaran datang tapi lo gak bisa liburan karna waktu mepet sama ospek. Ditambah si mbak mudik ke kampung halaman, bokap-nyokap pergi liburan berdua dan anak-anaknya gak boleh keluar rumah alias suruh jaga rumah. Dan gue mendapatkan penghargaan tersuram itu. Terima kasih banyak.
Seharusnya Indonesia punya ajang "Maid's Award". Semacam acara untuk para pembantu karna jasa mereka ternyata berharga banget loh. Gue yang cuma beberapa hari dalam kurun waktu relatif singkat ini aja udah enek ngerjain pekerjaan-pekerjaan rumah yang gak ada habisnya. Tapi bayangin aja mereka ngelakuin pekerjaan itu 24/7 non-stop. Keren men. Jadi nanti ada penghargaan "Mbak terulet", "Mbak ter-perkasa", "Mbak tersabar" atau "Pak Supir ter-on time". What do you think? I vote 'Mbak Siti Muyaroh' sebagai "Mbak Ternurut".
Mbak, jangan betah-betah dong di kampung. Pulang ya. Aku dikit lagi ospek nih, gak ada yang siapin bekel (⌣́_⌣̀). Oh ya mbak satu lagi, jangan cepet-cepet kawin ya. Nanti mbak pensiun lagi minta cuti nikah, aku gimana. Kan males nyari mbak-mbak yang lain. Gak ada yang senurut mbak yaroh, mbak-mbak jaman sekarang banyak tingkah. Kerjaannya pacaran mulu di hape.
Segitu aja deh. This post is dedicated for all 'Mbak" in Indonesia. Thank you!
Labels; ospek-tinggal-menghitung-hari
No comments:
Post a Comment